Showing posts with label seputarislam. Show all posts
Showing posts with label seputarislam. Show all posts

Ide Jusuf Kalla di jadikan tameng penghancur ummat Islam

Masjid di Papua Dibakar, Kapolri Perintahkan Polda Turun Tangan


REPUBLIKA.CO.ID, MENTENG -- Insiden perbedaan pendapat yang berujung terbakarnya sebuah masjid di Tolariko Papua membuat Kapolri Badrodin Haiti mengerahkan personilnya di Papua untuk segera menuntaskan kasus ini. Menurut dia, Wakapolda Papua langsung turun ke lokasi kejadian.

"Wakapolda langsung saya perintahkan ke sana. Saya berharap ini tidak berkembang," ujar Badrodin saat usai mengunjungi rumah Senior PDIP, Megawati, Jumat (17/7).

Badrodin mengatakan, ia memberikan amanat kepada semua tokoh agama di sana untuk berkumpul dan membahas persoalan tersebut. Jangan sampai kesalah pahaman membuat perpecahan antar warga.

Badrodin sudah mengetahui inti persoalan terkait hal ini. Ia mengatakan, hal ini dipicu dari anggapan jemaat nasrani yang merasa terganggu dengan speaker masjid yang akan melakukan sholat ied.

Umat Nasrani mengklaim suara speaker yang dipasang di tengah lapangan menggangu ketenangan umum. Mereka meminta umat muslim untuk membubarkan kegiatan sholat ied tersebut. Hal itu berujung pada perang mulut antara kedua kubu. Kelompok nasrani kemudian melempari masjid dengan api hingga kebakar.

====================
Tren sekarang Pemimpin kita suka mengecilkan Gaung Islam di negeri ini demi Popularitas pada kaum sekuler. Bahkan mereka cenderung ikut2an program yang umat islam tidak setuju seluruhnya demi popularitas semata.

Pembakaran Mesjid dan gerakan sertifikasi imunisasi untuk SD adalah bentuk Pemimpin kita di era sekarang ini yang lemah dalam melindungi kaum muslim di negeri ini.

Anak kami di rampas demi organ tubuh mereka ( Kejahatan Israel di Palestina )




Anak kami di rampas demi organ tubuh mereka
( Our sons plundered for their organs )

Penulis Donald Bostrom


Anda boleh memanggil saya "makelar," kata Levy Izhak Rosenbaum, dari Brooklyn, Amerika Serikat, dalam rekaman rahasia dengan agen-FBI yang dia yakini sebagai klien. Sepuluh hari kemudian, pada akhir Juli tahun tersebut, Rosenbaum ditangkap sehingga kasus pencucian uang dan perdagangan ilegal organ tubuh itupun  terungkap.  Rosenbaum bukanlah seorang makelar yang biasa,Dia adalah makelar yang membeli dan menjual organ tubuh (ginjal) dari Israel ke pasar Ilegal. Ia berkata membeli ginjal dari orang-orang miskin seharga $10.000, lalu menjualnya ke pada pasien yang sudah tidak berdaya di Amerika seharga $160.000. Berita tersebut lantas mengguncang bisnis transplantasi di Amerika.

Unga palestinska män kastar sten och glasflaskor mot israeli

Para pemuda palestina melempar batu dan botol ke arah pasukan israel disebelah utara westbank. Di area tersebut Bilal Achmed Ghanan sebelumnya tertembak dan di bedah di rumah sakit. (photo : Donald Boström).

Bilal Achmed Ghanan, 19, sköts och fördes bort av israeliska



Bilal Achmed Ghanan, 19, ditembak dan diculik oleh tentara Israel.Tubuhnya dikembalikan dengan jahitan panjang  dari perut ke dagu.(photo : Donald Boström).

Levy Izhak Rosenbaum förs bort av FBI-agenter. Rosenbaum ska

Levy Izhak Rosenbaum di tahan oleh agen-agen FBI. Rosenbaum diduga bertindak sebagai perantara (makelar) perdagangan organ manusia. Foto: AP

Saat menjawab sebuah pertanyaan tentang berapa banyak organ yang telah ia jual Rosenbaum ia mengatakan: "Cukup banyak. Dan aku tidak pernah gagal,jawabnya dengan bangga. bisnis ini telah berjalan selama beberapa waktu. Francis Delmonici, profesor bedah transplantasi di Harvard dan anggota dari National Kidney Foundation Direksi, mengatakan bahwa perdagangan organ tubuh seperti yang dilaporkan dari israel,dilakukan juga di tempat lain di dunia. 5-6,000 operasi setahun, sekitar sepuluh persen dari transplantasi ginjal di dunia yang dilakukan secara ilegal, menurut Delmonici.

Negara yang dicurigai terdapat aktivitas sejenis yaitu:Pakistan, Filipina dan Cina, di mana organ diduga diambil dari tahanan yang dieksekusi. Tetapi Palestina menjadi sasaran kecurigaan yang kuat dimana terhadap Israel  menangkap pemuda palestina dan menjadikan mereka sebagai cadangan organ tubuh negara itu - Atas kasus yang serius ini Mahkamah Internasional (ICJ)  memulai penyelidikan tentang dugaan kejahatan perang yang telah dilakukan tersebut.

Israel telah berulang kali di tekan atas cara-cara tidak yang etis yang berurusan dengan organ tubuh dan transplantasi. Perancis adalah salah satu negara yang mengakhiri kolaborasi atas pengadaan organ tubuh pada tahun sembilan puluhan."

Setengah dari ginjal ditransplantasikan ke Israel sejak awal 2000-an  dibeli secara ilegal dari Turki, Eropa Timur atau Amerika Latin. otoritas kesehatan Israel yang mengetahui betul akan hal ini, tetapi tidak melakukan apapun untuk menghentikannya. Pada konferensi tahun 2003 itu menunjukkan bahwa Israel adalah satu-satunya negara barat dengan profesi medis yang tidak mengutuk perdagangan organ ilegal. Negara tidak mengambil tindakan hukum terhadap dokter yang berpartisipasi dalam bisnis ilegal - malah, kepala sebuah  rumah sakit besar di Israel terlibat dalam sebagian besar transplantasi ilegal, menurut Dagens Nyheter (5 Desember, 2003).

Pada musim panas tahun 1992, Ehud Olmert, lalu menteri kesehatan, mencoba untuk mengatasi masalah kekurangan organ dengan meluncurkan kampanye besar yang bertujuan mendirikan badan publik yang resmi di Israel untuk donasi organ tubuh. Setengah juta pamflet tersebar di koran lokal. Ehud Olmert sendiri adalah orang pertama untuk mendaftar. Beberapa minggu kemudian Jerusalem Post melaporkan bahwa kampanye tersebut sukses. Tidak kurang dari 35.000 orang telah mendaftar. Dalam sebuah artikel,Judy Siegel, seorang reporter menulis bahwa kesenjangan antara penawaran dan permintaan masih besar. 500 orang berada di baris untuk transplantasi ginjal, tetapi hanya 124 transplantasi dapat dilakukan. Dari 45 orang yang membutuhkan hati yang baru, hanya tiga bisa dioperasikan di dalam Israel.

Pada saat kampanye ini berjalan, laki-laki yang masih muda dari Palestina mulai menghilang dari desa-desa di Tepi Barat dan Gaza. Setelah lima hari tentara Israel akan membawa mereka kembali mati, dengan tubuh mereka merobek.

Hal tersebut telah menimbulkan kekhawatiran penduduk yang berada di wilayah-wilayah pendudukan. Ada rumor peningkatan secara dramatis jumlah pemuda menghilang.

Saya berada di daerah tersebut pada waktu itu, saat sedang mengerjakan sebuah buku. Pada beberapa kesempatan saya didekati oleh staf PBB yang ingin mengetahu perkembangan tersebut. Orang-orang yang menghubungi saya mengatakan bahwa pencurian organ pasti terjadi tetapi mereka dicegah dari memberitahukan  apapun yang berhubungan tentang hal itu. Saat melakukan tugas dari jaringan penyiaran Saya kemudian berkeliling mewawancarai sejumlah besar keluarga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan  bertemu orang tua yang menceritakan bagaimana anak-anak mereka telah dirampas organ tubuh mereka sebelum dibunuh. Salah satu contoh yang saya temui di perjalanan yang menakutkan ini adalah seorang pelempar batu yang masih muda, Bilal Achmad Ghanan.

 
Hari hampir tengah malam ketika raungan motor dari militer Israel terdengar dari pinggiran Imatin, sebuah desa kecil di bagian utara Tepi Barat. Dua ribu jiwa disana masih terjaga. Mereka masih menunggu, seperti bayangan diam dalam gelap, beberapa berbaring di atas atap, yang lain bersembunyi di balik tirai, dinding, atau pohon yang memberikan perlindungan selama jam malam tapi masih menawarkan tampilan penuh terhadap apa yang akan menjadi kuburan bagi martir pertama desa mereka. Pihak militer telah mematikan aliran listrik dan daerah itu kini menjadi zona militer tertutup, Bergerak di luar sangat berbahaya, walaupun itu hanya seekor kucing. Kesunyian yang demikian senyap tersebut hanya terganggu oleh suara isak tangis yang pelan. Saya tidak ingat apakah kami menggigil karena dingin atau ketegangan. Lima hari sebelumnya, pada tanggal 13 Mei, 1992 sebuah pasukan khusus Israel telah menggunakan bengkel pertukangan desa untuk penyergapan. Orang yang menjadi sasaran mereka adalah Bilal Achmed Ghanan, salah satu dari anak-anak Palestina melemparkan batu yang membuat sulit bagi tentara Israel.

Sebagai salah satu pemimpin pelempar batu Bilal Ghanan sudah menjadi buronan oleh militer selama beberapa tahun. Bersama dengan lelaki pelempar batu lainnya lainnya mereka bersembunyi di pegunungan Nablus, tidak ada pelindung bagi mereka. Tertangkap berarti penyiksaan dan kematian untuk anak-anak ini. mereka harus tinggal di pegunungan dengan segala resiko yang ada.

Pada tanggal 13 Mei Bilal,melewati bengkel pertukangan tersebut. Talal, kakaknya, tahu mengapa dia mengambil risiko ini. Mungkin anak laki-laki tersebut keluar untuk mengambil makanan buat mereka.


Semuanya berjalan sesuai dengan rencana bagi pasukan khusus Israel. Para prajurit mematikan rokok mereka, menyingkirkan  kaleng Coca-Cola mereka, dan mengintai melalui jendela yang pecah. Ketika Bilal cukup dekat mereka hanya perlu menarik pemicu. Tembakan pertama memukul dada. Menurut warga desa yang menyaksikan kejadian dia kemudian ditembak dengan satu peluru di setiap kaki. Dua tentara kemudian berlari turun dari bengkel pertukangan dan Bilal ditembak juga sekali di perut. Akhirnya, mereka mencengkeram kakinya dan menyeretnya menaiki dua puluh anak tangga batu tempat pertukangan tersebut.

Penduduk desa mengatakan bahwa orang orang dari PBB dan Bulan Sabit Merah dekat dengan kejadian tersebut, mendengar kejadian dan datang untuk menolong korban. Beberapa berdebat terjadi siapa yang harus merawat. Terjadi sebuah perdebatan mengenai kepada siapa korban harus diserahkan. Diskusi berakhir ketika tentara Israel memasukkan tubuh bilal yang terluka parah dalam sebuah jip dan membawanya ke pinggiran desa, di mana helikopter militer menunggu. Anak itu diterbangkan ke tujuan tidak diketahui keluarganya.

Lima hari kemudian ia kembali, mati dan terbungkus dalam kantung hijau rumah sakit.

Seorang warga mengenal Kapten Yahya, pemimpin pasukan militer yang telah mengangkut Bilal dari  Abu Kabir, di luar Tel Aviv, ke tempat peristirahatannya yang terakhir. "Kapten Yahya adalah orang yang terburuk dari mereka semua," warga berbisik di telingaku. Setelah Yahya mengeluarkan  tubuh tersebut dari kain penutup rumah sakit dan menukarnya dengan kain putih. Beberapa saudara laki-laki korban dipilih oleh tentara untuk melakukan pekerjaan penggalian kuburannya tersebut.

Bersama dengan suara tajam dari sekop kita bisa mendengar tawa dari para prajurit yang dimana mereka  saling mengeluarkan lelucon sambil menunggu saat pulang.

Saat Bilal dimasukkan ke dalam kubur dadanya terungkap. Tiba-tiba menjadi jelaslah bagi beberapa orang ini penganiayaan apa yang telah dialami bilal. Bilal bukanlah pemuda palestina pertama yang dikubur dengan jahitan dari perut sampai ke dagu.

Keluarga di Tepi Barat dan di Gaza merasa bahwa mereka tahu persis apa yang terjadi: "anak-anak kami digunakan sebagai sumber donor organ tubuh," kata kerabat Khaled dari Nablus kepada saya, seperti yang disampaikan juga oleh ibu dari Raed dari Jenin dan paman dari Machmod dan Nafes dari Gaza, yang  turut menghilang selama beberapa hari, dan di kembalikan pada malam hari, dalam keadaan mati dan terautopsi.

"Mengapa mereka menjaga tubuh sampai lima hari sebelum mereka membiarkan kita mengubur mereka?
Apa yang terjadi pada tubuh selama waktu itu?
Mengapa mereka melakukan otopsi, bertentangan dengan keinginan kita, ketika penyebab kematiannya adalah jelas?
Mengapa badan kembali di malam hari?
Mengapa itu dilakukan dengan pengawalan militer? Mengapa daerah tersebut tertutup saat pemakaman? Mengapa listrik di padamkan?

Sejumlah pertanyaan yang di miliki Paman Nafe

Kerabat dari orang Palestina sudah tidak meragukan lagi alasan pembunuhan tersebut, tetapi juru bicara militer Israel mengklaim bahwa tuduhan pencurian organ adalah kebohongan. Semua korban Palestina melalui otopsi secara rutin, katanya. Bilal Achmed Ghanem adalah salah satu dari 133 warga Palestina yang terbunuh dalam dalam berbagai cara pada tahun itu.



Menurut statistik Palestina penyebab kematian adalah: ditembak di jalan, ledakan, gas air mata, sengaja tertabrak, digantung di penjara, ditembak di sekolah, tewas di rumah dan sebagainya.

Ke 133 orang yang tewas tersebut berusia antara empat bulan sampai 88 tahun. Hanya setengah dari mereka, 69 korban, yang mengalami autopsy. Otopsi rutin atas warga Palestina yang terbunuh - yang disampaikan juru bicara tentara tersebut, tidak bisa membantah atas kenyatan realitas yang ada  di wilayah-wilayah yang diduduki Israel.

Kita tahu bahwa Israel memiliki kebutuhan besar untuk organ, bahwa ada perdagangan luas dan ilegal organ yang sudah berjalan selama bertahun-tahun, bahwa pihak berwenang menyadari hal itu bahkan dokter pemimpin  rumah sakit besar juga berpartisipasi, serta pegawai negeri sipil di berbagai tingkatan.
Kita juga tahu bahwa laki-laki muda Palestina menghilang, bahwa mereka dibawa kembali setelah lima hari, pada malam hari, di bawah rahasia yang luar biasa, yang tubuhnya dijahit kembali setelah dibedah dari perut sampai dagu.

Sudah waktunya untuk mengungkap bisnis yang mengerikan ini, untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi di wilayah-wilayah yang diduduki oleh Israel sejak era Intifa.

================
di terjemahkan dari :
http://www.tlaxcala.es/pp.asp?reference=8390&lg=en


================================================================
duka yang mendalam buat anak2 palestina dan sebuah pelajaran berharga dari semangat juang mereka yang tinggi.










Pandangan negatif Lee Kuan Yew (PM singapore) tentang islam

"" Hari ini saya akan mengatakan, kita dapat mengintegrasikan semua agama dan ras kecuali Islam, ""

"" Saya pikir kami mengalami perkembangan yang sangat baik, sampai islam datang. Komunitas lain dapat lebih mudah ber integrasi ""

Lee Kuan Yew



Lee Kuan Yew urges Muslims to 'be less strict'


Lee Kuan Yew urges Muslims to be less strict


SINGAPORE (AFP) - Singapore's founding father Lee Kuan Yew has urged local Muslims to "be less strict on Islamic observances" to aid integration and the city-state's nation-building process.

Singapore has a predominantly Chinese population, with minority races including Muslim Malays and Indians, and Lee has always stressed the importance of racial harmony.

"I would say today, we can integrate all religions and races except Islam," he said in "Lee Kuan Yew: Hard Truths to Keep Singapore Going," a new book containing his typically frank views on the city-state and its future.

"I think we were progressing very nicely until the surge of Islam came and if you asked me for my observations, the other communities have easier integration -- friends, intermarriages and so on..." he stated.

"I think the Muslims socially do not cause any trouble, but they are distinct and separate," Lee added, calling on the community to "be less strict on Islamic observances."

During the book's launch on Friday, the self-described "pragmatist" warned Singaporeans against complacency, saying the largely ethnic Chinese republic was still a nation in the making.

Describing Singapore in the book as an "80-storey building on marshy land," Lee said it must contend with hostility from larger Muslim neighbours.

"We've got friendly neighbours? Grow up... There is this drive to put us down because we are interlopers," he said, citing alleged Malaysian and Indonesian efforts to undermine Singapore's crucial port business.

Singapore was ejected from the Malaysian federation in 1965 in large part due to Kuala Lumpur's preferential policies for ethnic Malays, and has since built up Southeast Asia's most modern military to deter foreign aggression.

Turning to local politics, Lee said the ruling People's Action Party (PAP), which has been in power since 1959 when Singapore gained political autonomy from colonial ruler Britain, will someday lose its grip on power.

"There will come a time when eventually the public will say, look, let's try the other side, either because the PAP has declined in quality or the opposition has put up a team which is equal to the PAP... That day will come."

"In the next 10 years to 20 years, I don't think it'll happen. Beyond that, I cannot tell."

Lee said that despite a survey showing the contrary, he believed Singaporeans were not yet ready for a non-ethnic-Chinese prime minister.

"A poll says 90 percent of Chinese Singaporeans say they will elect a non-Chinese as PM. Yes, this is the ideal. You believe these polls? Utter rubbish. They say what is politically correct," he stated.

He also defended the policy of promoting marriage between highly-educated Singaporeans, a policy seen by critics as a form of social engineering, and dismissed the notion of love at first sight.

"People get educated, the bright ones rise, they marry equally well-educated spouses. The result is their children are likely to be smarter than the children of those who are gardeners," he said.

"It's a fact of life. You get a good mare, you don't want a dud stallion to breed with your good mare. You get a poor foal."

People who are "attracted by physical characteristics" may regret it, he said.

Lee also revealed that he had donated to charity all his earnings of S$13 million ($10 million) since stepping down as prime minister in 1990 after 31 years in power.

Singapore's cabinet ministers are the highest paid in the world as part of a strategy to prevent corruption and attract talent from the private sector.

Lee, who holds the special title Minister Mentor, now serves as an adviser to his son Prime Minister Lee Hsien Loong, who came to power in 2004.

Amid all the hard-edged talk, Lee showed his tender side when asked about his late wife Kwa Geok Choo, who died aged 89 in October last year.

"It means more solitude. No one to talk to when the day's work is done," Lee said in the book, the result of exclusive interviews with journalists from the country's leading daily, the Straits Times.

http://news.yahoo.com/s/afp/20110123/wl_asia_afp/singaporepeopleleehistorybook