dari parpol Islam...baru PPP yang tegas menuntut pembubaran ahmadyah

PPP: Bubarkan Ahmadiyah



JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi PPP DPR RI dengan tegas mendesak pemerintah membubarkan jemaah Ahmadiyah. Sepanjang Ahmadiyah secara kelembagaan masih berdiri maka itu berpotensi untuk menimbulkan penyerangan dan tindak kekerasan selanjutnya.

"Pemerintah harus tegas membubarkan Ahmadiyah. Sepanjang Ahmadiyah masih ada, maka pada saat itu akan terus terjadi pelanggaran hukum dan kekerasan. Jangan sampai Ahmadiyah terus berlindung di belakang pemahamannya," tegas Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Menurutnya, sejak datang ke Indonesia pada tahun 1925 dari Pakistan, Ahmadiyah terus-menerus menimbulkan konflik. Hasrul menilai keberadaan Ahmadiyah menjadi pangkal kekerasan. Umat Islam tentu akan tersinggung dengan ajaran-ajarannya.

"Nah enggak selesai-selesai masalah. Apa keberatan SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) membubarkan Ahmadiyah ini? Cuma 50 ribu (orang) saja kok mereka. Jangan ada politik pencitraan lagi. Bubarkan atau suruh bikin agama sendiri," tandasnya.

Keberadaan Ahmadiyah di Indonesia menuai protes dari sebagian masyarakat Indonesia. Ajaran Ahmadiyah yang menyebut pendirinya, Mirza Ghulam Ahmad, sebagai nabi seperti halnya Nabi Muhammad dipandang sebagai penyimpangan dalam ajaran Islam.

Protes atas keberadaan Ahmadiyah berujung pada sejumlah tindakan anarki terhadap para pengikut Ahmadiyah di sejumlah tempat di Indonesia. Terakhir, tiga anggota jemaah Ahmadiyah tewas dalam bentrokan dengan warga yang terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten.


Arab saudi larang organisasi penyesatan Ahamdyah berhaji ke Mekah

Saudi Larang Ahmadiyah Berhaji


Foto: Warga Ahmadiyah di Bekasi
Warga Ahmadiyah tak diperbolehkan melaksanakan ibadah haji pada tahun 2009 ini oleh Departemen Agama Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini merupakan penegasan ulang, karena larangan tersebut sebelumnya disampaikan pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia.

[ahmadiyah.jpg]


Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi NTB, Lalu Suhaimi Ismi, larangan warga Ahmadiyah menunaikan haji datang dari Saudi Arabia dan bukan dari pemerintah Indonesia. "Apa urusannya dengan jama'ah Ahmadiyah. Pemerintah Saudi mengatakan orang Ahmadiyah tidak boleh naik haji sebelum mereka mengubah sikap dan kembali kepada ajaran Islam yang benar," kata Lalu Suhaimi kepada wartawan di Mataram Senin 10 Agustus 2009.

Keberadaan jama'ah Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat terutama di Lombok hingga saat ini diakui Lalu masih ada. Bahkan pihak pemerintah NTB sudah membentuk tim untuk mengajak warga Ahmadiyah itu kembali ke ajaran Islam.

Meski demikian Departemen Agama tidak melakukan proteksi jika ada warga Ahmadiyah yang mendaftar menunaikan haji. "Kalau mereka mengaku-ngaku sama artinya mereka membohongi diri dong. Kita tidak memproteksi mereka, karena sifatnya nurani saja," ujar Lalu.

Angka orang yang berangkat haji yang tinggi dari NTB--mencapai 4449 orang dan masih akan bertambah--kemungkinan dimanfaatkan oleh jam'ah Ahmadiyah untuk menunaikan haji. Karena itu Departemen Agama tetap akan mengawasi mereka.

Jumlah pengikut jama'ah Ahmadiyah di Kota Mataram saat ini diperkirakan mencapai 137 orang mereka ditampung di asrama transito Majeluk Mataram. Sebelumnya Gubernur NTB KH. Muhammad Zainul Majdi pernah meminta warga Ahmadiyah mengubah sikap mereka. (ant/itz)


http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/arsip/saudi-larang-ahmadiyah-berhaji.html

Mu'ammar Qaddafy : Musailamah Abad Ini

Saat ini Timur Tengah sedang bergolak, dan yang terbaru adalah tewasnya 84 orang demonstran oleh peluru ansharut thaghut dan Musaimalah modern, Mua'ammar Qaddafy. Agar umat Islam lebih mengetahui sepak terjang Thaghut yang satu ini dan agar umat jangan silau oleh "secuil" bantuan yang dialirkan untuk membangun Masjid Mu'ammar Qaddafy di Sentul (bekerjasama dengan Ustadz Arifin Ilham).

Juga agar jangan lagi ada umat Islam yang tertipu sehingga menyebut Musailamah ini dengan gelar Al Qaid Qaddafy (Qaddafy Sang Pemimpin) sebagaimana beberapa orang pernah menyebutnya, maka saya merasa perlu meng-upload tulisan pernah dimuat di surat pembaca Majalah Islam Sabili ini.

Tulisan ini saya nukil dan saya terjemahkan dari buku karya Syaikh Mujahid Abdurrahman Hasan yang berjudul 'Qaddafy Musailamah al Ashr : Qaddafy, Musailamah Modern" dengan pengantar dari Syaikh Mujahid Abu Mundzir As Saidy Amir Jama'ah Jihadyah Libya :

BERIKUT BEBERAPA PENYIMPANGAN AQIDAH SANG MUSAILAMAH MODERN

1. Tentang Haji tahun 1400 H

“Haji tahun 1400 H ini hanya merupakan permainan tepuk tangan dan siulan belaka sebagaimana pada zaman jahiliyyah. Karena itu, apa artinya haji tahun ini dan juga tahun-tahun selanjutnya jika pendudukan Amerika masih terus berlanjut di Baitullah Masjidil Haram ? (Khutbah Iedul Adha di kota Jadu 19 Oktober 1990)

2. Tentang Ka’bah

“Ka’bah adalah berhala terakhir yang masih tersisa di antara berhala-berhala lainnya” (Pembukaan Majlis Ittihad Al Jami’at Al Arobiyyah di kota Benghazi 18 Februari 1990)

3. Tentang Melontar Jumrah

“Kalian semua melontar jamarat ? Yang wajib saat ini bagi kalian adalah melempar Zionis yahudi di Palestina. Setiap seorang dari kita membawa tujuh batu lalu pergi ke Palestina dan melempar para Zionis itu. Inilah Jihad sesungguhnya, inilah melontar Jamarat yang sebenarnya. Apa artinya melontar tujuh batu ke arah sebuah tonggak ? Inilah ganti dari melontar Jamarat, inilah Haji yang sebenarnya di zaman ini”. (Pembukaan Muktamar II Qiyadah Sya’biyyah Al Alamiyyah di kota Benghazi Trablus 19 Maret 1990)

4. Tentang Hijab

“Hawa telanjang bulat tanpa sehelai benang. Siapa yang lebih tahu dibandingkan Allah ? Allah menciptakan kita sejak awal seperti itu. Inilah fithrah kita. Kalau bukan karena setan, kita tidak memakai sehelai benang pun, bahkan meskipun sehelai daun blueberry (waraqah tuut). Setan lah yang menyebabkan kita harus memakai pakaian seperti ini. Sedangkan sebelum itu, secara naluriah kita ini telanjang. Hijab sendiri adalah hasil perbuatan setan karena hijab adalah bentuk lain dari daun blueberry, dan ini adalah hasil karya setan untuk mencegah kita dari kemerdekaan dan melangkah ke depan . Tidak mungkin bagi wanita harus mengenakan hijab dan tinggal di rumah saja.  haram hijab adalah hijab maknawi”. (Pidato di depan Parlemen Tunis 8 Desember 1988)

5. Tentang Khulafaur Rasyidin

“Rasulullah Shollallohu 'alaihi wa Sallam berlepas diri dari para Khalifah sepeninggal beliau. Ali menjadi Khalifah, tetapi mengapa ia diperangi oleh setengah dari kaum muslimin ? anak cucunya juga diperangi. Utsman tidak pantas sebagai Khalifah karena ia seorang aristokrat dan mengangkat kerabatnya sebagai pembantu-pembantunya. Ia telah menyebarkan nepotism ke seantero wilayah Islam sehingga ia dibunuh “. (Multaqo II Universitas dan Ma’had Aly di Trablus 30 Maret 1991)

6. Tentang Riba

“Sistem ekonomi adalah sistem yang sudah mendunia. Dunia Islam seluruhnya menerapkan sistem ini. Jika mereka semua menerapkannya, maka kita juga. Siapa yang bilang haram ? Tidak haram. Tidak benar bahwa sistem ekonomi dunia saat ini adalah haram”. (Muktamar Wartawan se-dunia, 13 Juni 1973. Ini adalah jawaban atas pertanyaan seorang wartawan Reuter cabang Mesir tentang riba)

7. Tentang Hadits Nabi Shollallohu 'alaihi wa Sallam (bukti bahwa Qaddafi adalah penganut Madzhab Ingkarus Sunnah)

”Jika ada seseorang berkata kepada kita : ”Hadits Rasulullah Shollallohu 'alaihi wa Sallam harus kita muliakan dan kita hormati serta wajib disikapi sebagaimana kita bersikap terhadap Al Qur’an, INI ADALAH SYIRIK !!!! Mungkin ucapan saya ini kedengaran asing. Ini disebabkan saat ini kita sudah sangat jauh dari Islam, dan kita sedang berada di tengah jalan menuju penyembahan berhala dan menjauhkan kita dari Al Qur’an dan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka tidak ada jalan lain agar kita tidak terjerumus dalam penyembahan berhala dan penyimpangan yang sangat berbahaya kecuali dengan cara berpegang teguh kepada Al Qur’an saja dan beribadah kepada Allah semata”. (Ceramah pada acara Maulid Nabi di Masjid Maulawi Muhammad di kota Trablus 19 Februari 1978)

8. Tentang Syari’ah Islam

“ oleh karena itu Syari’ah Islam seharusnya cukup disikapi sebagai sebuah Madzhab Fiqh yang disusun oleh seseorang. Kedudukannya sama dengan undang-undang Romawi atau undang-undang Napoleon atau undang-undang lainnya yang disusun oleh para ahli hukum Perancis, Italia atau dari kaum muslimin. Maka siapa saja yang mempelajari undang-undang Romawi pasti akan menyimpulkan bahwa para ulama Islam menyusun undang-undang yang sangat mirip dengan undang-undang Romawi, akan tetapi mereka tidak mau mengakuinya. Mereka menyatakan bahwa ini adalah Agama (syari’ah Islam)”. (Pertemuan ramah tamah dengan para huffadz Al Qur’an di kota Trablus 3 Juni 1978)

9. Tentang Pengakuannya Sebagai Nabi

Dalam sebuah wawancara dengan Mirella Bianco, seorang wartawati dari Italia yang bertanya kepadanya : “ Wahai Nabi Allah  apakah engkau juga menggembala kambing ?”. Qaddafi menjawab : “Ya, tentu. Tidak ada satu Nabi pun yang tidak menggembala kambing”. (“Qaddafi : Messenger of Dessert” tulisan Mirella Bianco halaman 241)

Inilah Qaddafi yang sesungguhnya, maka tidak usah terkejut kalau sekarang ia mengatakan tidak perlu jihad Chechnya, Mindanao, Dagestan dsb sebagaimana dikutip dalam majalah Sabili.

Mungkin ada yang mengatakan itu kan pernyataan Qaddafi puluhan tahun yang lalu. Siapa tahu sekarang ia sudah berubah. Saya katakan, seseorang yang bertaubat dari kesesatan yang pernah dia ajarkan pasti akan mengoreksi pernyataannya yang sesat dan mengingatkan umat Islam agar jangan lagi mengikuti pendapatnya tersebut.

Sebagaimana dilakukan oleh Syaikh Abul Hasan Al Asy’ari yang telah bertaubat dari kesesatan Aqidah Asy’ariyyah yang beliau ajarkan dan menulis kitab Al Ibanah ‘an Ushulid Diyanah. Sedangkan Qaddafi, sampai saat ini pun kita bisa melihat bagaimana kesesatannya dan ia belum pernah menyatakan bertaubat atau mengakui kesalahan pendapatnya.

Wallohu Jalla wa 'Alaa a’lam.

sumber: http://www.facebook.com/profile.php?id=1418036992

MENCINTAI SEMUA HARI

MENCINTAI SEMUA HARI

Oleh: Jum’an

Sebenarnya saya ingin menyongsong semua hari dengan senang. Tetapi sebagai kaum pegawai tidak sanggup rasanya untuk menyukai hari Senin. Mingu siang sudah mulai terasa bahwa week-end sebentar lagi habis. Minggu malam gelisah dan sulit tidur memikirkan hari esok. Harus bangun  pagi, jalanan yang macet, ketemu orang-orang itu lagi! Meeting lagi! Akhirnya ketika Senin pagi benar-benar datang, semangatpun loyo dan perasaan sebal.  Dengarkan kisah tentang Brenda Spencer anak perempuan 16 tahun yang dibelikan senapan kaliber 22 semi otomatis sebagai hadiah Natal oleh ayahnya. Ini kejadian nyata, maklumi saja karena mereka adalah orang Amerika! Sebulan kemudian pada Senin pagi bulan Januari 1979, Brenda membuka jendela kamarnya, melepaskan tembakan membabi-buta kearah anak-anak SD didepan rumahnya. Kepala sekolah dan seorang penjaga mati tersungkur dan 9 anak terpaksa dirawat dirumah sakit. Ketika ia diringkus polisi dan ditanya alasannya berbuat sekeji itu, ia jawab: “Saya benci hari Senin, saya lakukan ini agar bergairah. Tidak ada orang yang suka hari Senin!!”. Lagu I don’t like Mondays yang ditulis Bob Geldof ini terinspirasi dari kisah Brenda. Kenapa jadi banyak orang tidak menyenangi hari Senin?

Menurut  Prof Leon Lack ahli masalah tidur dari Australia kebiasaan menggunakan hari Sabtu dan Minggu untuk membayar hutang tidur selama seminggu, mengganggu jam biologis tubuh kita, sehingga kita mengalami semacam jet lag yang dirasakan orang bila terbang melintasi zona-zona waktu. Hari Sabtu dan Minggu seperti telah menempatkan kita dalam “relax mode” dan kita benci begitu berfikir bahwa relax mode itu akan segera berakhir. Ada pula yang mengatakan justru pikiran negatif tentang hari esok seperti kemacetan, meeting, orang-orang itu lagi, yang menyebabkan Senin kita jadi kelabu. Jika kita tidak berfikir demikian mungkin Senin kita lebih cerah. Kekeliruan yang terbesar kaum pegawai adalah mereka menukar waktu, tenaga dan ketrampilan mereka dengan uang bulanan. Dan pada umumnya di Indonesia nilai tukarnya terlalu rendah. Hari Senin merupakan awal pengorbanan kebebasan pribadi mereka demi kelangsungan uang bulanan itu. Pantaslah kalau tidak menyenangkan. Rasanya tidak untuk sekedar beginian Alloh meciptakan manusia.

Kalau benar kata Profesor Lack bahwa kebiasaan tidur molor dihari Sabtu dan Minggu yang menjadi awal penyebab Senin kelabu, maka menghilangkan kebiasaan bermalas-malas dua hari itu akan mejadikan Senin kita segar dan bersemangat. Kalau fikiran negatif tentang hari esok sebagai penyebabnya, kenapa kita tidak mencoba berfikir: untunglah kita mempunyai pekerjaan dihari Senin ini yang telah menjadikan kita hidup hangat bersama keluarga selama ini dan seterusnya. Kalau tidak? Semua hari, bukan Senin saja pantas kita syukuri, kita senangi. Kalau anda benar-benar merasa bahwa menukar waktu, tenaga dan ketrampilan dengan uang bulanan memang putusan keliru, inilah saatnya anda mencari peruntungan baru yang lebih baik dan lebih merdeka. Dizaman cyber ini banyak sekali peluang pekerjaan yang tidak harus disiksa oleh hari-hari Senin pagi yang menyebalkan itu. Apalagi sampai menembak-nembak orang!

Bagi saya yang sudah terperangkap biarlah saya menghibur diri. Semua hari adalah dari Alloh yang harus diterima dengan senang. Saya sehat, punya bekal secukupnya, tidak terlibat kejahatan, pekerjaan saya tidak sulit dan saya tidak perlu merasa takut kepada siapapun atasan saya. Tidak ada alasan untuk tidak senang. Jum’at adalah penghulu semua hari, hari istimewa: saya harus senang. Sabtu dan Munggu libur siapa yang tidak senang! Hari Senin, seharusnya,  saya songsong dengan senang dan penuh semangat karena  sudah beristirahat dua hari. Alhamdulillah ketemu Senin lagi! Insyaalloh.

Pejabat yang menentang pembubaran Ahmadyah

Amien Rais

Ada Siluman Ingin Ahmadiyah Dibubarkan

Semarang - Amien Rais menilai keberadaan dan aktifitas Jemaah Ahmadiyah di Indonesia, bukan komunitas yang suka membuat onar atau mengganggu keamanan. Maka aksi kekerasan dan tuntutan untuk membubarkan mereka diyakini datang dari kelompok 'siluman'.

"Mereka (Ahmadiyah) tidak ofensif, tidak mengganggu. Biarkan saja. Saya yakin ada siluman dalam kasus ini, minta dibubarkan padahal sebenarnya tidak perlu," ujar Amien Rais usai berceramah pada pelantikan pengurus Muhamadiyah dan Aisyiyah Semarang di Aula RS Roemani, Jl singosari, Semarang, Sabtu (19/2/2011).

"Dalam kejadian kemarin (Cikeusik), ya cari pelakunya dan diproses. Begitu saja. Nggak perlu terbawa isu perlu membubarkan atau tidak," sambung mantan Ketua PP Muhamadiyah itu.
 
Bila memang mayoritas warga berkeberatan terhadap keberadaan Ahmadiyah, tentunya jalan dilampiaskan dalam bentuk kekerasan. Pengucilan komunitas tersebut di pulau terpencil juga Amien nilai terlalu berlebihan.

"Dikucilkan secara sosiologis sudah cukup. Misalnya dilarang ekspansi, mendirikan masjid yang tidak ada jamaahnya dan lain-lain.


Akbar Tandjung


Ahmadiyah Tak Bisa Dibubarkan 

Jakarta - Ahmadiyah dianggap sesat oleh beberapa kalangan dan diusulkan kepada negara untuk segera dibubarkan. Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung menilai negara tidak bisa membubarkan organisasi keagamaan dengan alasan perbedaan keyakinan.

"Kalau Ahmadiyah yang memiliki keyakinan tersendiri negara tidak bisa membubarkannya. Negara tidak boleh masuk dalam ranah keyakinan," ujar Akbar Tanjung di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (18/2/2011).

Akbar beralasan, Indonesia didirikan atas dasar kebhinekaan dan bukan merupakan negara Islam. Oleh sebab itu, negara tidak bisa bertindak atas dasar agama apa pun. "Itu karena negara kita bukan negara Islam, berbeda dengan Malaysia," imbuh Akbar.

Menurut Akbar, negara tidak bisa mengambil tindakan kepada seseorang atau pun organisasi atas apa yang diyakininya. Namun, negara dapat bertindak jika seseorang atau organisasi tersebut melakukan tindakan melawan hukum.

"Kalau dia melanggar hukum, baik secara individu ataupun organisasi baru bisa diambil tindakan," imbuh mantan ketua umum Partai Golkar ini.

Untuk mengatasi konflik yang terjadi belakangan ini, Akbar mengusulkan untuk selalu dibangun dialog yang konstruktif."Mesti terus menerus dibuka dialog dengan Ahmadiyah. Dan semua harus terbuka menerima perbedaan-perbedaan," tutupnya.




Mengenal Green Software & Green IT

Pengertian :


GREEN IT
:

( Green IT adalah sebuah study dan praktek dalam merancang , memproduksi, penggunaan dan pembuangan dari computer , server, dan system terkait lainnya seperti monitor , printer , Alat penyimpan dan network serta system komunikasi yang efisien dan efektif dengan dampak yang minimal atau tanpa dampak buruk terhadap lingkungan.)

In Harnessing Green IT: Principles and Practices a definition of green IT as provided by Murugesan is as follows:

Green IT is the study and practice of designing, manufacturing, using and disposing of computers, servers, and associated subsystems—such as monitors, printers, storage devices, and networking and communications systems—efficiently and effectively with minimal or no impact on the environment.

(http://wiki.cs.vu.nl)


GREEN SOFTWARE :

( Green software adalah computer software yang dapat di kembangkan dan digunakan dengan efisien dan efektiv dengan dampak minimal atau tanpa dampak buruk terhadap lingkungan.)

In [1] the definition for green software is introduced as "Computer software that can be developed and used efficiently and effectively with minimal or no impact to the environment". This definition has been derived from the definition of green IT as provided by Murugesan in Harnessing Green IT: Principles and Practices.

(http://wiki.cs.vu.nl)



Daftar 10 besar Green Software yang disusun oleh greentech media

1. eMeter
The company, which has raised $57 million in two rounds, has created a system that crunches the data from electrical meters for the benefit of utilities. It can monitor power consumption, maintenance issues, trends, outages, billing management, etc.  

It has an in-home thermostat application too, but it's not really the interesting part. It's how eMeter manipulates data for utilities that makes it valuable. Plus, it can pave the way for dynamic pricing schemes. Customers include Southern California Edison, TorontoHydro and CenterPoint Energy, among others.

2. Sustainable Spaces
Sustainable currently gets its revenue from energy efficiency retrofits, but the heart of the company is a complex application that allows contractors to determine the optimal repairs for a building.

"It is an expert system for decision support in the field," said president Matt Golden. "We have software meetings all the time." A number of the company's employees came from Google. The company's next task is to certify third-party contractors (i.e., not those working on Sustainable's crew) to get trained on the system. The retrofit market may become as crowded as building management, but for now Sustainable has a head start.

3. Autodesk
Product and building design. In terms of overall impact, the company will likely have a greater influence than anyone else on the list in terms of improving energy efficiency in buildings, reducing the amount of raw materials in manufactured goods, and replacing fossil fuels. But be honest, seeing Sustainable on this list is more of a surprise.

Honorable mention: Bentley Systems, which makes simulation and design tools for HVAC engineers.

4. Intermolecular
Think drug discovery software meets batteries and ultracapacitors. The company harnesses highly parallel computing techniques to devise materials and processes for semiconductor manufacturers and material scientists.

Biosciences companies have used these sorts of programs for years for protein folding simulations. Intermolecular exploits similar techniques to determine, for example, the optimal placement of atoms in a cathode and the potential results from various processing techniques. To date, Intermolecular has mostly worked with chip makers like AMD and Elpida, but it likely become a name solar and battery makers get to know.

5. Architectural Energy's SPOT
Not SPQR, SPOT. It stands for Sensor Placement and Orientation Tool and helps architects place sensors so that occupants can capitalize on daylight. Daylight saves energy-lighting consumes 22 percent of the electricity in the U.S. – but it can also improve worker productivity, moods and retail sales because of the improved quality of light. Ever wonder why everyone looks like a serial killer in a gas station bathroom? It's the poor fluorescents! Sunlight Direct, UC Davis and others also working on this issue.

6. GeoMation
Hitachi's GeoMation crunches satellite data to determine the optimum time to harvest wheat and rice. In tests on the island of Hokkaido, where farmers saw carbon dioxide output during harvesting reduced by 30 percent. In a world plagued by drought and hunger, this will come in handy. Expect to see a lot of lifestyle and heath applications come out of Japan too – weight loss tips, sleep monitors etc.

7. The Building Management 25
Building control systems used to mean the janitor. Now, it's a booming cottage industry with companies offering various combinations of hardware, software and services for curbing power inside commercial buildings, homes and university campuses.

At this point, it's hard to say who will win. Because of the varying customer needs, some sectors of this market will not rapidly consolidate: software for skyscraper management will likely be served by several vendors. The companies that provide software for thermostats may experience a quick bloodbath in the near future.  

Here are some of the more interesting ones: Cimetrics (software and simulation for campuses); Tririga (same); Adura Technologies (lighting controls-moving to total building management); Optimum Energy (air conditioner control) HydroPoint Technologies and Greenleaf (sprinkler systems); Advanced Telemetry (fast food outlets) and Tendril (home energy management consoles).

8. Hara
Why do I like Hara over the other carbon management companies? Because they don't yammer on about the importance of carbon accounting, which, in most parts of the world, remains voluntary.

Instead, the company tries to give a comprehensive view of the "organizational metabolism," according to CEO Amit Chatterjee said. If a company is mostly concerned about reducing energy costs, or water consumption, the remedial recommendations will be skewed toward the desired result or a blend of goals.

"It is not about greenhouse gases always," Chatterjee added.

(http://www.greentechmedia.com)

Indramayu : " salah satu daerah penghasil WTS Indonesia " (?)

Ekspor Wanita, Menari Topeng, Pakai Tank Top

PULUHAN warung malam remang-remang bertebaran di Desa Cangkingan, Kecamatan Karangampel, Indramayu, Jawa Barat. Di depan warung rata-rata berukuran 3 x 5 meter, terpacak panggung kecil, tempat berjoget dengan iringan musik tape recorder. Warung ini juga memajang gadis-gadis belia berparas ayu, berusia 13 hingga 15 tahun.

Sebagian besar diantara mereka mengaku masih duduk di bangku SLTP. Malah ada yang bilang masih SD kelas VI. Perawan cilik ini menemani minum bir lelaki pengunjung warung, dan berjoget "goyang dombret" hingga larut malam.

Meski usia masih sangat belia, cewek-cewek ini lihai merayu tamunya agar minum sampai teler, lalu mengucurkan tips dalam jumlah besar. Walau demikian, mereka menolak diajak ngamar. "Pekerjaan saya hanya menemani minum dan berjoget," kata Cicih gadis kencur berumur 14 tahun.

Warung malam Desa Cangkingan inilah yang disebut sebagai tempat magang gadis Indramayu untuk menjadi wanita penghibur profesional di kota besar, hingga ke luar negeri. Sudah menjadi pengetahuan umum, selama ini Indramayu dikenal sebagai pemasok wanita cantik ke Jakarta.

Bahkan, Coalition Against Trafficking in Women, sebuah lembaga antiperdagangan perempuan, menyebutkan, selama tiga tahun terakhir ini, lebih dari 1.000 gadis belia asal Indramayu dikirim ke Jepang sebagai pramusyahwat. Laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang bernaung di bawah PBB, yang diterbitkan awal Juli silam, menyebut Indramayu sebagai daerah pemasok anak-anak pekerja seks komersial ke Jepang.

ILO mencacatat, sepanjang dua tahun belakangan sedikitnya 1.500 cewek Indramayu diterbangkan ke "negeri sakura" itu sebagi wanita penghibur. Gadis-gadis ini dikirim ke Jepang dengan kedok misi kebudayaan, menggunakan visa turis. Laporan ILO sempat membuat Bupati Indramayu Irianto kebakaran jenggot.

Bupati Indramayu minta bantuan polisi untuk meneliti kebenaran laporan ILO tersebut. "Ini memang sangat memprihatinkan," kata Irianto. Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, awal Agustus lalu, menangkap tiga calo wanita yang akan mengirim belasan "anak baru gede" Indramayu ke Batam.

Tiga calo wanita itu diketahui bernama Tiswen, 32 tahun, Tijah, 40 tahun, dan Maryati, 39 tahun, semuanya warga Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, Indramayu. Mereka mengaku mendapat pesanan dari sebuah perusahaan pengerah tenaga kerja yang berkantor di Jakarta Timur. Imbalannya Rp 2 juta untuk tiap cewek yang berhasil mereka kirim.

Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Hadi Sutedjo, mencurigai sejumlah wilayah di Indramayu dijadikan sasaran perekrutan wanita pekerja seks. Wilayah yang ditengarai menjadi incaran para pemasok wanita penghibur meliputi beberapa desa di Kecamatan Bongas, Sukra, Anjatan, dan Kandanghaur.

Kenyataan ini diakui Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Indramayu, Supali Kasim, yang menyatakan bahwa cewek Indramayu terperosok ke jurang pelacuran sejak 1960-an. Pada waktu itu, kata Supali Kasim, Indramayu mengalami kekeringan, banyak orang kelaparan.

Kondisi yang buruk mendorong orang Indramayu mengadu untung ke Jakarta, yang jaraknya hanya sekitar 200 kilometer. Pria Indramayu di Ibu Kota kebanyakan menjadi buruh kasar. Tapi wanitanya, terutama yang masih muda dan cantik, memilih jalur prostitusi.

Celakanya, wanita Indramayu yang sukses melacur di Jakarta, menurut Supali, ketika pulang kampung mengajak tetangganya. Apa boleh buat, banyak wanita yang tergiur mencari duit dengan menjual tubuh. "Karena melacur tak membutuhkan keterampilan dan pendidikan, tapi hasil gede. Modalnya cuma wajah cantik," kata Supali Kasim.

Seiring dengan perjalanan waktu, maka sejak 1970-an, perempuan Indramayu mulai meramaikan dunia pelacuran di Jakarta. Banyaknya wanita Indramayu yang melacur belakangan ini, menurut Supali, bukan semata-mata karena faktor kemiskinan. Melainkan disebabkan rendahnya standar moral sejumlah anggota masyarakat.

Masih banyak orang Indramayu, kata Supali pula, beranggapan bahwa perempuan menjadi pelacur bukan aib. Malah ada yang menganggap anak perempuannya yang berwajah cantik sebagai aset yang bisa dijual. "Maka jangan heran, kalau ada kasus orangtua dari Indramayu mengantarkan anaknya bekerja di tempat pelacuran Jakarta," Supali menegaskan.

Pendapat senada juga diungkap Kepala Desa Bongas, Sukara, 50 tahun, yang secara jujur mengakui desanya menjadi pemasok wanita pekerja seks ke beberapa tempat di Jakarta, dan bahkan ke luar negeri. Penyebabnya, tingkat pendidikan warga masih sangat rendah. "Sebagian besar warga di sini cuma lulus SD," kata Sukara.

Anak-anak Bongas, sebagian besar enggan melanjutkan ke SLTP, karena menurut Sukara, di desanya tidak ada SLTP. Untuk meneruskan ke SLTP, anak-anak Bongas harus menempuh jarak sekitar lima kilometer. Karena lokasi SLTP jauh, anak-anak jadi malas meneruskan sekolah.

Selain itu, anak-anak juga melihat kakaknya bisa hidup makmur setelah menjadi pelacur. Meski mereka tak sekolah. "Mau lulus SD, lulus SMA, toh nanti juga akan kerja ke Taiwan atau Jepang. Jadi mereka pikir buat apa sekolah tinggi-tinggi," kata Sukara, prihatin.

Lebih dari itu, sindikat jaringan pemasok wanita sudah demikian rapi beroperasi di Indramayu. Para pedagang perempuan, mengikat orangtua yang punya gadis belia dengan panjar yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah. "Orangtua yang sudah mendapat panjar, mau tidak mau, harus mengizinkan anak gadisnya pergi meninggalkan desanya," kata Rachman, tokoh masyarakat Bongas.

Dalam rangka memburu gadis-gadis Indramayu, beberapa perusahaan pengerah tenaga kerja menempatkan agennya di sentra-sentra produksi wanita catik Indramayu. Di Kecamatan Bongas saja, menurut pemantauan Gatra, ada lima perusahanan pengerah tenaga kerja yang berpusat di Jakarta membuka cabang tak resmi.

Satu perusahaan pengerah tenaga kerja menempatkan beberapa orang agen alias calo di daerah tersebut. Para calo inilah yang membujuk gadis-gadis desa yang berwajah cantik untuk bekerja di Jepang. Katanya sih sebagai penari di tempat hiburan, prakteknya mereka dijadikan budak seks.

Akhir Juni lalu, terungkap ada belasan calo yang berburu cewek di beberapa desa wilayah Kecamatan Bongas, Indramayu. Mereka mengaku agen perusahaan "pencari bakat" membutuhkan gadis untuk dikirim sebagai duta seni tradisional ke Jepang. Sebanyak 157 gadis belia asal Bongas diseleksi di Condet, Jakarta Timur.

Untuk meyakinkan warga setempat, maka seorang calo yang bernama Jefri mengajak Wacih, gadis berusia 28 tahun, cucu Rasinah, seorang maestro penari topeng Indramayu. Wacih tertarik, karena ia dijanjikan bayaran Rp 6 juta sebulan. "Karena penghasilan di sini tidak menentu, saya tertarik juga dengan tawaran itu," kata Wacih, penari yang mengikuti jejak sang nenek itu.

Bersama dengan temannya dari Bongas, Wacih pun datang ke kantor perusahanan "pencari bakat" di Condet. Gadis penari topeng ini heran, karena beberapa gadis yang diseleksi diwajibkan berpakaian minim, ada juga yang diminta bugil. "Aneh, mau menari topeng kok disuruh pakai tank top," ujar Wacih.

Ketika Wacih menanyai beberapa ABG yang menunggu jadwal pemberangkatan, betapa terkejutnya dia. Mereka mengaku akan dikirim ke Jepang bukan sebagai penari, melainkan akan bekerja di restoran. Wacih pun memilih pulang kampung. Sedangkan beberapa di antara gadis tetangga ada juga yang akhirnya berangkat ke Jepang.

Belakangan tersiar kabar, pengiriman penari dengan dalih misi kebudayaan itu hanyalah kedok. Hal ini diungkapkan Santi, 20 tahun, bukan nama sebenarnya, yang pernah dikirim ke Jepang sebagai "penari". Awal Agustus 2001 lalu, Santi diajak perusahaan "misi kesenian" ke Jepang.

Meski Santi yang cantik ini berterus terang tak pandai menari, calo yang mengajaknya mengatakan oke-oke saja. "Dia bilang, yang dibutuhkan Jepang hanya penari latar," kata Santi. Akhirnya, Santi, yang cuma lulus SD, terbang ke Jepang.

Ia mengaku dipekerjakan di sebuah restoran di Tokyo yang punya fasilitas karaoke, dan live music. "Awalnya saya mengira disuruh menari di tempat itu. Eh, ternyata disuruh melayani di tempat tidur," kata Santi. Gadis asal Indramayu itu mengaku tak kuasa menolak perintah majikan.

Selama enam bulan melacur di Jepang, Santi mengaku dapat mengumpulkan uang Rp 100 juta. Tapi Santi akhirnya kembali ke Indramayu, menikah dengan pacar yang dicintainya di kampung. Di tempat kerja Santi di Jepang, kata Santi, masih ada puluhan wanita Indonesia menjadi pelacur. Ada yang tertipu, tapi banyak pula yang sengaja merintis karier sebagai wanita penghibur di "negeri sakura" itu.

[Heddy Lugito dan Taufik Abriansyah]
[Laporan Utama, GATRA, Nomor 47 Beredar Senin 7 Oktober 2002]

http://www.gatra.com/2002-10-08/versi_cetak.php?id=21179

Hampir disetiap kecamatan di MALANG ada Sarang Prostitusi...

Bukan mau di berantas...malah mau di tambah fasilitas ATM Kondom


REPUBLIKA .CO .ID, MALANG-- Bupati Malang Rendra Kresna menggagas adanya anjungan tunai mandiri (ATM) kondom di kawasan lokalisasi, sebagai upaya mencegah penyebaran HIV/AIDS yang lebih luas di daerah itu.

"Gagasan ini bukan untuk melegalkan lokalisasi, namun semata-mata untuk mencegah penyebaran sekaligus menanggulangi penyakit HIV/AIDS," ucap Rendra di Malang, Jatim, Senin.

Selain itu, tegasnya, juga untuk menegakkan aturan pada setiap "tamu" yang wajib menggunakan kondom. Oleh karena itu, pemilik wisma dan juru parkir di kawasan lokalisasi juga harus berperan aktif untuk menyosialisasikan penggunaan kondom, bahkan setiap tamu harus ditekan agar menggunakannya.

Ia mengakui, pihaknya sudah berkali-kali mengeluarkan surat keputusan (SK) penutupan lokalisasi (prostitusi) di daerah itu, tetapi fakta di lapangan tetap saja masih operasional (buka).

Sehingga, lanjutnya, satu-satunya upaya untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di daerah itu, setiap tamu yang datang ke lokalisasi harus menggunakan kondom yang sudah dipasok dari Komite Penanggulangan AIDS (KPA) maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Rendra yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang itu mengatakan, hubungan seks memang bukan satu-satunya cara penularan HIV/AIDS, tapi bisa memalui berbagai cara, seperti narkoba terutama melalui jarum suntik.

Data dari KPA Kabupaten Malang, hampir di setiap kecamatan yang berjumlah 33 kecamatan di Kabupaten Malang itu ada "sarang" prostitusi atau lokalisasi.

Red: Stevy Maradona
Sumber: Antara

=======================
Gini nih pejabat kita..... Nanti pas warga ngamuk.... yang ngamuk juga yang disalahkan..
Tapi entah berapa jumlah perawan yang telah di jual disana...Bagaimana dampak sosial / psikologis bagi warga...Adakah mereka peduli ??

Superman vs Muhammad Ali (pertarungan terbesar jagad raya)





Pertarungan antara dua pahlawan bumi tidak bisa dihindari. Superman dan Muhammad ali harus melakukan duel maut mereka, Bila tidak maka Bumi akan dilanda kehancuran.

Rat'lar pemimpin dari dunia alien Scrub, menginginkan para petarung yang terhebat dari bumi untuk bertarung dengan jagoan mereka, Hun-ya. Rat'lar telah menyerang bumi dan mengancam akan terus menghancurkannya bila jagoan dari bumi tidak melayani tantangan mereka.

Muhammad ali dan superman di haruskan untuk bertarung agar mewakili bumi untuk menghadapi jagoan mereka.

Untuk membuat pertarungan seimbang,, ahirnya di putuskan Arena pertarungan akan dibuat di sebuat planet bernama bodace, yang berada dalam orbit matahari merah, dimana disana kekuatan superman akan hilang untuk sementara. Pertandingan tersebut juga akan disiarkan secara "live" diseluruh galaxy

Siapakah pemenangnya ?? dan bagimana dengan rencana Rat'lar untuk menghacurkan bumi ??

================
Salah satu keunikan komik ini adalah,,, disamping judulnya yang pasti kontroversial,,,Covernya juga tidak kalah menarik.

Mengapa ?? Karena Ratusan orang penonton yang ada di covernya terdiri dari profil para selebritis dan orang2 terkenal.

Nama2 mereka serta posisinya disebutkan dalam halaman depan komik tersebut.